Bacaan Shalat

thumbnail-cadangan

NIAT

Apa yang dimaksud dengan niat : Niat adalah suatu keinginan atau kehendak yang diikuti oleh tindakan atau perilaku. Setelah di telusuri tidak ada ketentuan dalam dalil bahwa niat shalat itu harus dilakukan dengan melafalkannya dengan bahasa sendiri atau dengan bahasa Arab. Yang ditentukan dalam dalil ialah melakukan niat. Niat adanya di dalam hati (sesuai dengan pengertiannya), jadi tidak wajib diucapkan. dan belum ada satu pun hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi nawaitu maupun usholli. Ingatlah setiap ibadah itu bersifat tauqifiyyah, sudah paketan dan baku. Artinya setiap ibadah yang dilakukan harus ada dalil dari Al Qur’an dan Hadits termasuk juga dalam masalah niat. tidak boleh di tambah-tambah maupun di kurangi.
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Takbir

    اَللهُ أَكْبَرُ
    AllaaHu akbar “Allah Maha Besar”

Doa Iftitah

    سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ وَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَ تَعَالىَ جَدُّكَ وَلاَ اِلهَ غَيْرُكَ

    Subhaanakalloohumma wa bihamdika wa tabaarokas-muka wa ta'aalaa jadduka walaa ilaaha ghoiruka

    (Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mulah (aku memulai ibadat ini) dan Maha Berkah nama-Mu, Maha tinggi kemulyaan-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau)

Membaca Ta'awwudz

    اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

    A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim.
    (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk)

Membaca Al-Fatihah dan Surat atau Ayat-ayat Al-Qur'an

Dari Abu Sa'id, ia berkata, "Kami diperintah (oleh Rasulullah SAW) supaya membaca Al-Fatihah dan apa-apa (ayat atau surat) yang mudah". [HR. Abu Dawud juz 1, hal. 216]

Al-Fatihah

  1. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  2. ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

    al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

  3. ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    ar-raḥmānir-raḥīm
    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  4. مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

    māliki yaumid-dīn
    Yang menguasai di Hari Pembalasan.

  5. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

    iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn
    Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

  6. ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

    ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
    Tunjukilah kami jalan yang lurus,

  7. صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

    ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
    (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

  8. آمِيْنَ

    aamin
Surat al-Ikhlas

  1. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  2. قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

    qul huwallāhu aḥad
    Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

  3. ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

    allāhuṣ-ṣamad
    Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

  4. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

    lam yalid wa lam yụlad
    Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

  5. وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

    wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
    dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Bacaan ruku' dan sujud

Rasulullah SAW memperbanyak membaca di dalam ruku' dan sujudnya

    سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّنَا وَ بِحَمْدِكَ اللّهُمَّ اغْفِرْلِى

    Subhaanakalloohumma robbanaa wa bihamdikalloohummaghfirlii

    (Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami dan dengan memuji-Mu, ya Allah ampunilah aku)

Bacaan ruku'

    سُبْحَانَ رَبّيَ اْلعَظِيْمِ

    Subhaana robbiyal-'adhiim. (Maha suci Tuhanku yang Maha Besar)

Bacaan sujud

    سُبْحَانَ رَبّيَ اْلاَعْلَى

    Subhaana robbiyal a'laa (Maha sucu Tuhanku yang Maha Tinggi)

Bacaan Bangkit dari ruku' dan i'tidal


    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَ لَكَ اْلحَمْدُ

    Sami'alloohu liman hamidah, robbanaa wa lakal-hamdu
    (Semoga Allah mendengar bagi orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, dan bagi-Mulah segala puji)

Bacaan ketika duduk antara dua sujud


  1. رَبّ اغْفِرْلِى رَبّ اغْفِرْلِى

    Robbigh firlii - Robbigh firlii

    (Ya Tuhanku ampunilah daku, Ya Tuhanku ampunilah daku)


  2. اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

    Alloohummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii war zuqnii

    (Ya Allah ampunilah daku, kasihanilah daku, cukupilah daku, tunjukilah daku dan berilah rezqi kepadaku)

"catatan dibaca salah satu dari dua diatas"

Bacaan duduk at-tahiyyat awal

    اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيّبَاتُ للهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    Attahiyyaatul mubaarokaa-tush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillaah As-salaamu 'alaika ayyuhannabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shoolihin Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna muhammadar rasuulullooh

    (Segala kehormatan, segala berkah, segala 'ibadah dan segala yang baik-baik itu kepunyaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan dilimpahkan kepada-mu wahai Nabi, dan begitu pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan keselamatan dilimpahkan kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih-shalih. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan (yang sebenarnya) melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah)

Bacaan Shalawat

    اَللّهُمَّ صَلّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ، فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

    Alloohumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum-majiid.

    (Ya Allah, berilah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Nabi Ibrahim. Dan berilah berkah kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada keluarga Nabi Ibrahim. Di dalam semesta alam ini, sesungguhnya Engkau lah yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia)

Bacaan duduk at-tahiyyat akhir

    اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَ الْمَمَاتِ، وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

    Alloohumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri wa min ‘adzaabin naar, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min fitnatil masiihid dajjaal.

    (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa qubur, dari siksa neraka, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah masiihid dajjaal (perusak yang menghabiskan kebaikan)

Salam

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ

    Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullooh. (Mudah-mudahan Allah mencurahkan keselamatan atas kalian dan begitu pula rahmat-Nya)

Dzikir sesudah shalat


  1. أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

    Astaghfirullah 3x Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom.

    Aku meminta ampunan kepada Allah (3x).(Ya Allah, Engkau Maha Selamat, dan dari Engkaulah datangnya keselamatan. Engkau Maha Berkah, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia)

    Tasbih, سُبْحَانَ اللهُ SubhaanallaaH “Maha Suci Allah” (33x)

    Tahmid, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ AlhamdulillaaH “Maha Terpuji Allah” (33x)

    Takbir, اَللهُ أَكْبَرُ AllaaHu akbar “Allah Maha Besar” (33x)

      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ 

    Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Alloohumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

    (Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia atas segala sesuatu berkuasa. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi terhadap apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau halangi, dan tidak bermanfaat (kekayaan itu) terhadap orang yang kaya, dari-Mu lah kekayaan itu


  2. اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika”

    (Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadahku kepada-Mu)


  3. ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

    Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

    tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Semua bacaan di atas adalah bacaan shalat admin di kutip dari hadist shahih

Untuk lihat selengkap nya klik disini

Show comments
 

Catatan

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Jama’ah, kecuali Bukhari dan Nasai, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 340]